Saturday, November 24, 2012

Dibalik Pemberiaan Gelar Ksatria Agung Salib Untuk Presiden SBY


Pada tanggal 31 Oktober 2012 seolah menjadi hari bersejarah bagi presiden negeri ini. Bagaimana tidak, presiden Indonesia diberikan gelar “Knight Grand Cross in the Order of The Bath” dari Ratu Kerajaan Inggris Ratu Elizabeth II. Menurut SBY seharusnya rakyatnya berbangga diri atas penghargaan yang diterima lewat dirinya di dunia internasional. Tetapi pertanyaannya apa dibalik gelar yang diberikan Ratu Inggris ini kepada SBY?
Catatan sejarah Inggris jika dilihat penuh dengan kejahatan terhadap umat manusia dan kaum muslim. Bagaimana tidak, Inggris salah satu negara yang termasuk mengeruk kekayaan negara Indonesia.  Sejarah dulu memperlihatkan bagaimana Inggris mendukung pemerintah Hindia Belanda untuk menancapkan hegemoni penjajahannya di Indonesia dengan membebaskan para tawanan dari tangan Jepang, hingga akhirnya bisa dilawan oleh KH. Agus Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Pasca kemerdekaan pun Inggris dan sekutunya tidak berhenti menjajah negeri ini dengan mengeruk kekayaan negeri, dan menyebarkan kebudaayan Barat. Dalam sejarah umat muslim pun Inggris yang telah menghancurkan Khilafah Islamiyah di Turki dengan kolusi bersama agennya Mustafa Kamal. Selain itu Inggris ada dibalik penyerangan Amerika terhadap Irak dan Afghanistan. Begitulah catatan sejarah hitam yang ditorehkan Negara Inggris, dan dari negeri Inggris itulah gelar yang diterima SBY.
Sekarang Inggris ingin memperpanjang kontraknya di Indonesia lewat British Petroleum (BP) yang merupakan perusahaan pengelolaan gas blok Tangguh di Papua. Saat ini pabrik LNG BP Plc di Teluk Bintuni Papua memiliki 2 train dengan kapasitas 7,6 juta metric ton LNG pertahun dan akan ditambah menjadi 3 train yang diperkirakan sekitar 3.8 juta metric ton LNG pertahun. Proposal ini pun dengan senang hati diterima oleh pemerintah RI. Persetujuan kontrak pun ternyata disepakati setelah SBY resmi diberikan gelar dari Inggris tersebut (nasional.kontan.co.id, 2/11)
Beginilah penguasa negeri ini, memberikan sumber daya alam kepada negeri penjajah. Padahal negeri sendiri sedang dilanda kemiskinan. Tidak ada bedanya penjajahan dulu dan sekarang, saat ini hanya dibungkus dengan bungkus yang cantik, padahal negeri ini sedang dikeruk kekayaannya. Tidak sepantasnya penguasa negeri ini mencari kemuliaan dengan gelar atau embel-embel apapun dari negeri penjajah seperti Inggris. Karena kemuliaan hanya akan di dapat ketika menerapkan aturan yang tidak memihak kepentingan golongan tertentu serta dicintai rakyatnya.

No comments:

Post a Comment